.

-

Kamis, 27 Maret 2014

Yuk bunda kita lebih sabar dlm mendidik anak :)

 
from Dono Baswardono Parenting

Tidak jarang orangtua mengeluh tentang sekolah anak-anaknya. Juga tentang kursus ini dan itu. Bahkan mengeluh soal pendidikan agama anaknya.

Padahal, semua ada urutannya. Jika kita membangun rumah, tentu membuat pondasi dulu, tiang, dinding, baru kemudian atap. Begitu pula dengan pendidikan; tidak bisa langsung SD, mesti TK dulu; bahkan sebelum itu adalah tugas orangtua untuk mendidik anak-anaknya di rumah.

Sekolah terhebat, ternama, termahal sekali pun tidak akan mampu membuat anak cerdas dan pintar bila pondasi rasa ingin tahunya dan sikap terbuka tidak atau belum dibangun oleh orangtuanya.

Pesantren atau sekolah minggu terbaik sekali pun tidak akan mampu membuat anak rajin beribadah atau perbuatan-perbuatan baik lainnya, bila pondasi iman atau rasa percaya kepada Tuhan (dan juga rasa percaya kepada orangtua dan diri sendiri) belum ditanamkan oleh orangtua).

Kursus bahasa sedahsyat apa pun akan percuma, bila orangtua tidak menanamkan pentingnya berkomunikasi.

Kursus musik, kerajinan, deklamasi, teater, modeling atau bela diri sebagus apa pun akan sia-sia, bila orangtua belum meneladankan hidup yang seimbang.

Mari, di masa istirahat makan siang ini, kita merenungkan kembali, apakah tugas-tugas kita dalam membangun pondasi telah atau sedang kita lakukan atau malah kita serahkan kepada pihak lain? Ada tugas-tugas tertentu yang seharusnya Anda pertahankan. Jangan sampai orang atau pihak lain merebutnya dari tangan Anda, apalagi dengan sukarela Anda serahkan: membangun karakter anak. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar